04/09/2022
SOSIALISASI ALAT USG UNTUK PUSKESMAS
Bertempat di Ruang Rapat Gudang Farmasi Kabupaten Jembrana, Kamis 1 September 2022 dilaksanakan rapat Sosialisasi Alat USG untuk Puskesmas di Kabupaten Jembrana. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan alat USG kepada dokter Puskesmas sekaligus pelatihan dasar terbatas penggunaan USG di Puskesmas se-Kabupaten Jembrana
Pada kesempatan tersebut, dr I Wayan Sujana, M.Kes selaku Sekretaris Dinas mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana membuka secara resmi sosialisasi tersebut dan berharap agar peserta dapat mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga nantinya dapat mengoperasikan alat USG di Puskesmas. "Tahun ini kita dibantu oleh Kementrian Kesehatan melalui DAK Fisik Bidang Kesehatan sebanyak 6 unit alat USG dan dilengkapi dengan sarana Telemedicine sekaligus biaya pelatihan bagi petugas melalui Program On Job Training (OJT) yang bekerja sama dengan POGI" demikian paparnya. Program ini bertujuan unutk menunjang percepatan punurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir melalui sekreening awal pada ibu hamil melalui pemeriksaan oleh dokter yang dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan. Melalui pemeriksaan USG Dasar Terbatas ini diharapkan dokter umum di Puskesmas akan segera melakukan rujukan ke RS untuk konsultasi apabila ditemukan kelainan pada pemeriksaan USG.
Selaku Mentor Pelatihan dr Ketut Rai Wiwanegara SpOG juga hadir untuk secara langsung memberikan pelatihan singkat penggunaan USG kepada dokter umum di Puskesmas. "Dokter umum sesuai dengan kompetensi diperbolehkan melakukan pemeriksaan USG Dasar Terbatas dan segera melakukan rujukan apabila ditemukan kelainan dalam pemerikasaan" demikian arahan dari dr Rai. Ada 12 jenis pemeriksaan USG yang dapat dilakukan oleh dokter umum berkaitan dengan pemeriksaan Obstetri (Kandungan) dan segera dilakukan konsultasi lebih lanjut kepada Spesialis untuk menegakkan diagnose dan penanganannya.
Hadir pada kesempatan itu juga Gede Sutama, SKM selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, juga mengharapakan agar alat yang diserahkan nantinya dapat bermanfaat dan dapat dipelihara dengan baik karena harga satu unit alat sangat mahal. "Operasional alat harus dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih dan penempatan alat harus memperhatikan standar yang sudah ditentukan" demikian harapnya. Dalam waktu dekat seluruh alat akan segera didistribusikan ke Puskesmas yang menjadi lokus sesuai dengan alokasi oleh Kementrian Kesehatan. (Bidang PSDK Dinkes Jembrana)
29/08/2022