29/08/2022
Fogging (pengasapan) merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan membunuh vektor penular Nyamuk Aedes Aegypti dewasa. Kegiatan fogging dilaksanakan apabila :
1. Ditemukan kasus DBD dan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) ditemukan 1 penderita lain /3 kasus Suspec DBD (fogging fokus) .
2. Dilaksanakan secara berkala di daerah-daerah yang berisiko tinggi terdapat tempat perindukan nyamuk (fogging sebelum masa penularan/fogging rutin )
Pelaksanaan fooging dimulai pukul 06.30 sampai selesai dengan menyasar rumah/bangunan sekitar yang berpotensi menjadi sumber penularan dalam radius 200 meter dari rumah penderita.
Hari ini, 29 Agustus 2022 dilakukan fogging fokus di wilayah Asrama Kompi Senapan C, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana dimana salah satu penghuninya terdiagnosa penyakit DBD dan saat ini sedang mendapat penanganan pelayanan kesehatan . Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Fogging Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dimana tim ini sudah sangat terlatih dan sudah sangat paham dengan tehnis pelaksanaannya.
Dr Gede Ambara Putra selaku Kabid P2P atas seijin Kadis Kesehatan Kabupaten Jembrana mengungkapkan bahwa Fogging tidak menjadi satu-satunya upaya yang dilakukan untuk pengendalian DBD di Kabupaten Jembrana, namun upaya lain juga telah dilaksanakan seperti Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk ( Gertak-PSN ) dan penyuluhan kepada masyarakat, dengan melibatkan Puskesmas yang mewilayahi.
"Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah salah satu upaya pencegahan yang efektif karena menghilangkan jentik nyamuk yang akan menjadi nyamuk dewasa sebagai penular panyakit DBD, disamping juga dengan menjaga kebersihan lingkungan akan berdampak menghindarkan masyarakat dari penyakit menular lainnya, sedangkan Fogging sebenarnya hanya membunuh nyamuk dewasa khususnya yang menjadi sumber penularan “. demikian paparnya di sela-sela pelaksanaan fogging.
Peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk dapat mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit yang penularannya oleh faktor lingkungan, karena sesuai dengan teori yang ada faktor lingkungan berperan besar terhadap timbulnya penyakit khususnya penyakit menular disamping faktor perilaku juga sangat berperan. Oleh karenanya masyarakatlah yang memiliki lingkungan harun berperan aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat masyarakat akan terbebas dari panyakit-penyakit menular yang berbasih lingkungan (Bidang P2P Dinkes Jembrana)
29/08/2022